WiMa Mengabdi : Ibu Punya Peran Besar Menentukan Masa Depan Pendidikan Anak

Semarang – Pendidikan anak bukan hanya soal memilih sekolah yang bagus atau menyiapkan biaya pendidikan semata. Di dalam keluarga, sosok ibu sering menjadi pihak yang paling memahami kebutuhan, perkembangan, dan potensi anak. Mulai dari menentukan pilihan sekolah, mengatur biaya pendidikan, hingga mendampingi proses belajar sehari-hari, perempuan memiliki peran besar dalam menentukan masa depan pendidikan anak.

Hal tersebut menjadi tema dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen STIE Widya Manggala bersama ibu-ibu PKK di Kelurahan Gisikdrono pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh Iin Indarti, S.E., M.Si. dan Kanugerah Setiaji, S.E. sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap pentingnya pendidikan dalam keluarga dan pemberdayaan perempuan di masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak berdiskusi mengenai bagaimana pendidikan sebenarnya merupakan investasi jangka panjang bagi keluarga. Pendidikan yang baik akan membuka peluang lebih besar bagi anak di masa depan, baik dari sisi pekerjaan, ekonomi, maupun kualitas hidup.

Banyak ibu rumah tangga yang selama ini masih beranggapan bahwa keputusan pendidikan sepenuhnya berada di tangan kepala keluarga. Padahal, ibu memiliki peran penting karena lebih dekat dengan aktivitas dan kebutuhan anak sehari-hari. Oleh sebab itu, perempuan perlu dilibatkan secara aktif dalam menentukan pilihan pendidikan anak.

Selain membahas pentingnya pendidikan, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga. Peserta diajak memahami cara menyusun prioritas pengeluaran rumah tangga agar biaya pendidikan anak tetap dapat dipersiapkan meskipun kondisi ekonomi tidak selalu stabil.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam mendampingi pendidikan anak, mulai dari biaya sekolah, penggunaan teknologi dalam belajar, hingga tantangan mendidik anak di era digital saat ini. Dalam penyampaian materinya, dosen STIE Widya Manggala menegaskan bahwa perempuan bukan hanya berperan sebagai pendamping keluarga, tetapi juga sebagai pengambil keputusan penting dalam menentukan masa depan anak. Dengan pemahaman yang baik mengenai pendidikan dan pengelolaan keuangan, perempuan dapat membantu keluarga mengambil keputusan yang lebih tepat, bijak, dan terencana.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan keluarga. Melalui kegiatan tersebut diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak semakin meningkat, sekaligus mendorong perempuan agar lebih percaya diri untuk terlibat aktif dalam menentukan langkah pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.

Pendidikan bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi masa depan. Dan di balik keberhasilan pendidikan anak, terdapat peran besar seorang ibu yang sering kali menjadi penentu arah masa depan keluarga. (II/FAS)